Iklan DPRD

Tasyakuran dan Pelepasan Siswa MA Darul Ulum, Pesan Alumni Tetap Jaga Ikatan dengan Pesantren

KUBU RAYA – Sekawanbaru.com – Madrasah Aliyah Darul Ulum menggelar acara Tasyakuran dan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas Akhir Tahun Ajaran 2025/2026 dengan tema “Bersama Mengukir Prestasi Mewujudkan Generasi Rabbani yang Berakhlakul Karimah”.

Ketua pelaksana kegiatan, Rumiyati, menyampaikan bahwa seluruh siswa kelas akhir telah menyelesaikan rangkaian ujian dengan baik. Ia berpesan agar kelulusan tidak menjadi akhir hubungan para siswa dengan almamaternya.

“Setelah selesai sekolah bukan berarti selesai hubungan dengan Darul Ulum. Tetaplah menjaga silaturahmi dan nama baik sekolah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan siswa, Azmi, menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru, kyai, ustaz dan ustazah yang telah membimbing serta mendidik mereka selama menempuh pendidikan di Darul Ulum.

“Kami juga memohon maaf apabila selama ini pernah mengecewakan atau menyakiti hati para guru melalui sikap dan perilaku kami. Mohon doa agar kami dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan, acara turut diisi dengan penyerahan cendera mata dari perwakilan kelas kepada wali kelas IPA dan IPS putra maupun putri.

Sambutan wakil wali murid juga diwarnai ungkapan terima kasih kepada pimpinan dan seluruh tenaga pendidik Darul Ulum yang telah membina dan mendidik anak-anak mereka hingga menyelesaikan pendidikan.

“Atas nama wali murid, kami tidak mampu membalas segala kebaikan para guru. Hanya Allah SWT yang mampu membalasnya. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan anak-anak kami selama menempuh pendidikan di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Darul Ulum, H. Ahmad Sudi, mengungkapkan rasa bangga atas kelulusan para santri yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan hafalan Al-Qur’an.

“Ciri khas alumni Darul Ulum adalah mampu berkiprah di berbagai bidang namun tetap menjaga identitas sebagai santri. Belajarlah dengan sungguh-sungguh di tempat yang baru dan jangan pernah melupakan asal kalian dari Darul Ulum,” pesannya.

Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum, KH Nurul Mawalit, turut memberikan nasihat kepada para lulusan agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, agama, bangsa dan negara.

Ia menyebut Pondok Pesantren Darul Ulum sebagai salah satu pondok pesantren terbesar di Kalimantan Barat dan bersyukur karena hingga saat ini masih terus dipercaya masyarakat untuk mendidik generasi muda.

Dalam sambutannya, KH Nurul Mawalit juga mengajak para orang tua untuk terus mendampingi anak-anak mereka dalam menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bagi yang ingin melanjutkan studi tanpa harus keluar daerah, tersedia Sekolah Tinggi Islam Darul Ulum (STITDAR) dengan empat program studi, yakni Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Manajemen Bisnis Syariah.

“Kawal cita-cita anak-anak agar kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi dirinya, orang tua, agama, dan masa depannya,” tuturnya.

Acara tasyakuran dan pelepasan tersebut ditutup dengan penyerahan berkas kelulusan kepada para santri sebagai tanda berakhirnya masa pendidikan mereka di Madrasah Aliyah Darul Ulum. (dil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan DPRD