KAPUAS HULU – Warga Desa Pala Pulau, Dusun Patinggi Sari, Kecamatan Putussibau Utara menutup akses Jalan Muntin–Trans Pala Pulau khusus bagi kendaraan operasional PT Borneo International Anugerah (BIA), Jumat (15/5/2026) sore.
Penutupan dilakukan sebagai bentuk protes warga terhadap aktivitas perusahaan sawit yang diduga menyebabkan kerusakan jalan desa dan jembatan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.
Aksi penutupan dilakukan terhadap truk pengangkut buah sawit, pupuk, serta alat berat milik perusahaan. Warga menilai kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari membuat kondisi jalan semakin rusak dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Tokoh masyarakat Desa Pala Pulau, Feri Derikus Feri mengatakan, aksi tersebut telah dikoordinasikan dengan Camat Putussibau Utara, Kepala Desa Pala Pulau, dan perangkat desa setempat.
“Kami menutup jalan khusus untuk kendaraan perusahaan karena kondisi jalan desa makin rusak akibat aktivitas kendaraan operasional perusahaan. Warga sudah lama menunggu perhatian dari pihak perusahaan,” kata Feri.
Menurutnya, penutupan jalan tidak berlaku bagi masyarakat umum, melainkan hanya untuk kendaraan operasional PT BIA sebagai bentuk keberatan warga terhadap dampak aktivitas perusahaan.
Feri juga meminta perusahaan memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang menjadi mitra usaha, terutama terkait upah minimum di tengah tingginya harga kebutuhan pokok dan BBM.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memfasilitasi mediasi antara masyarakat dan perusahaan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara adil.
Kepala Desa Pala Pulau, Antonius Gandi mengatakan, masyarakat sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada perusahaan agar ikut bertanggung jawab memperbaiki jalan dan fasilitas umum yang terdampak aktivitas operasional.
“Jalan ini bukan hanya digunakan perusahaan, tetapi juga menjadi jalur utama masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan adanya nota kesepahaman atau MOU antara perusahaan dan masyarakat yang mencakup perbaikan jalan, pemeliharaan jembatan, pembersihan parit, penerimaan tenaga kerja lokal, serta pengelolaan lingkungan.
Sementara itu, warga lainnya, Vedastus Ricky berharap perusahaan tidak hanya memanfaatkan jalan desa untuk kepentingan operasional, tetapi juga ikut menjaga dan memperbaikinya.
Ketua RT 02 Dusun Patinggi Sari, Gabriel menegaskan perusahaan memiliki tanggung jawab terhadap kerusakan fasilitas umum yang ditimbulkan akibat aktivitas kendaraan operasional perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Borneo International Anugerah terkait aksi penutupan jalan tersebut. ( Le / Lai)












