Example 1000x300
Home  

Rp70,6 Miliar Dana Infrastruktur Sanggau Dihapus, Pembangunan Terancam Terkendala

SANGGAU – Sekawanbaru.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau menghadapi tekanan anggaran setelah penghapusan dua sumber transfer daerah dengan total nilai mencapai Rp70,6 miliar. Kondisi ini berdampak terhadap keberlanjutan program pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur yang telah direncanakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono, mengatakan dua anggaran yang dihapus tersebut meliputi Dana Alokasi Khusus (DAK) subbidang jalan sebesar Rp35,1 miliar dan Dana Alokasi Umum (DAU) subbidang infrastruktur senilai Rp35,5 miliar.

“Kami menghadapi penghapusan DAK subbidang jalan sebesar Rp35,1 miliar dan DAU subbidang infrastruktur senilai Rp35,5 miliar. Hal ini sangat memengaruhi program pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya,” ungkap Aris, Rabu (5/2/2025).

Dampak penghapusan anggaran tersebut tidak hanya menyentuh pembangunan jalan, tetapi juga berpotensi memengaruhi rehabilitasi jalan, jaringan irigasi, drainase, hingga gedung fasilitas publik.

Di tengah keterbatasan anggaran, PUPR Sanggau berupaya mempertahankan program yang telah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), meskipun pelaksanaannya harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

“Program-program PUPR Sanggau yang sudah ada di DPA jangan sampai hilang, walaupun nilainya berkurang. Kami juga berupaya menjaga infrastruktur yang ada agar tetap dapat digunakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Upaya koordinasi dilakukan untuk mencari jalan keluar agar paket pekerjaan yang telah direncanakan tidak seluruhnya terhenti. Penyesuaian anggaran menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan.

Dalam kondisi tersebut, pemeliharaan infrastruktur yang sudah tersedia menjadi perhatian utama. PUPR Sanggau berupaya menjaga kemantapan jalan agar tetap mendukung mobilitas masyarakat, sementara jaringan irigasi perlu dipastikan tetap berfungsi untuk menunjang kebutuhan pertanian.

“Kalau jalan, kita tetap menjaga kemantapan jalan, sedangkan irigasi tetap difokuskan pada keberlanjutan fungsinya. PUPR Sanggau terus berupaya melakukan pemeliharaan agar infrastruktur yang ada tetap berfungsi dengan baik,” kata Aris.

Penghapusan dua sumber anggaran tersebut memperlihatkan besarnya tantangan yang dihadapi PUPR Sanggau dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur baru dan pemeliharaan aset yang telah ada.

Di tengah keterbatasan fiskal, penentuan prioritas pekerjaan dan optimalisasi anggaran menjadi penting agar infrastruktur dasar yang digunakan masyarakat tetap terjaga, sementara program pembangunan dapat dilanjutkan sesuai kemampuan keuangan daerah. ( Man/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 1000x300