SANGGAU – Sekawanbaru.com – Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, bersiap menghadirkan Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin. Sekolah yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut direncanakan dibangun di Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu, dengan kapasitas hingga 2.500 siswa.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono, mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis nasional yang dikelola Kementerian Sosial untuk memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Sekolah Rakyat ini merupakan Proyek Strategis Nasional yang dikelola Kementerian Sosial,” kata Aris saat menjadi narasumber dalam Dialog RRI Sanggau Menyapa, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut menyasar masyarakat miskin ekstrem dan miskin yang masuk kelompok desil 1 dan desil 2. Kelompok ini menjadi prioritas agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan yang lebih baik.
Di Kabupaten Sanggau, lokasi yang direncanakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat berada di Desa Binjai, Kecamatan Tayan Hulu. Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 10,45 hektare untuk mendukung pembangunan fasilitas pendidikan dengan daya tampung besar.
“Dengan kapasitas mencapai 2.500 siswa, Sekolah Rakyat ini diharapkan mampu menjadi salah satu sarana pendidikan bagi masyarakat sasaran di Kabupaten Sanggau,” ujarnya.
Aris menambahkan, Sekolah Rakyat tersebut direncanakan mencakup tiga jenjang pendidikan, yakni sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).
Dengan cakupan pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah atas, program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan belajar secara berkelanjutan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Sanggau diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas pemerataan pendidikan, sekaligus membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Meski demikian, realisasi pembangunan dan operasional sekolah tersebut tetap bergantung pada tahapan persiapan serta pelaksanaan program oleh pihak terkait. ( Man/*)














