SANGGAU – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Sanggau mulai memanas. Dinamika internal partai berlambang pohon beringin itu mengarah pada munculnya dua kandidat kuat yang diprediksi akan bersaing memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sanggau untuk periode lima tahun ke depan.
Persaingan tersebut semakin menarik setelah Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menyatakan mundur dari bursa pencalonan dan memilih fokus menjalankan tugasnya di pemerintahan.
Dengan mundurnya Susana, perhatian kader kini tertuju pada dua nama yang sama-sama memiliki posisi strategis di Partai Golkar Sanggau, yakni Wakil Ketua DPRD Sanggau Timotius Yance dan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sanggau Hendrykus Bambang.
Timotius Yance menyatakan kesiapannya untuk maju apabila mendapatkan dukungan dari kader dan pengurus Partai Golkar, baik di tingkat DPD Provinsi Kalimantan Barat maupun DPP Partai Golkar.
“Saya siap maju apabila mendapat Amanah dan dukungan dari kader dan pengurus partai, baik DPD Provinsi maupun DPP,” ujarnya.
Sementara itu Hendrykus Bambang diprediksi juga membuka peluang untuk maju dalam Musda XI, walau hingga kini belum ada pernyataan resmi
Keduanya dinilai merupakan kader potensial yang memiliki pengalaman serta basis dukungan masing-masing di internal partai. Kondisi tersebut membuat kontestasi Musda XI diperkirakan berlangsung cukup ketat.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Musda XI Partai Golkar Kabupaten Sanggau, Epifania Ratih Kumala Dewi, memastikan persiapan pelaksanaan Musda telah mencapai sekitar 80 persen.
“Persiapan sudah sekitar 80 persen. Tinggal pelaksanaan,” kata Epifania saat ditemui media ini.
Terkait siapa yang berpeluang memimpin Partai Golkar Sanggau untuk lima tahun mendatang, Epifania belum dapat memastikan. Menurutnya, seluruh kandidat yang muncul merupakan kader terbaik yang dimiliki Partai Golkar.
“Siapa yang akan memimpin untuk lima tahun ke depan belum bisa dipastikan. Mereka adalah kader-kader terbaik yang dimiliki Partai Golkar,” katanya.
Musda XI nantinya tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga akan menjadi momentum untuk menentukan arah politik Partai Golkar Kabupaten Sanggau menghadapi agenda politik dan pemerintahan lima tahun ke depan.
Dengan dua nama yang mulai mencuat, pertarungan perebutan kursi Ketua DPD Partai Golkar Sanggau diprediksi akan menjadi salah satu agenda politik lokal yang paling menarik untuk dicermati. (Biz/*)













