SANGGAU – Sekawanbaru.com — Perbaikan Jembatan Sungai Barak di Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, masih berjalan. Hingga Senin, 21 September 2026, progres pekerjaan baru mencapai sekitar 30 persen.
Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena meninjau langsung kondisi dan perkembangan pekerjaan jembatan tersebut. Ia memastikan perbaikan akan terus dilanjutkan mengingat jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat.
“Kalau kita lihat, ini pengerjaannya baru sekitar 30 persen. Artinya, nanti akan tetap dilanjutkan,” kata Susana saat meninjau lokasi.
Menurut Susana, Jembatan Sungai Barak tidak hanya berfungsi sebagai akses masyarakat Kecamatan Mukok. Infrastruktur tersebut merupakan bagian dari jalur penghubung antarkecamatan, bahkan antarwilayah kabupaten.
“Ini merupakan jalan akses antarkecamatan dan bahkan akses antarkabupaten,” ujarnya.
Selain Jembatan Sungai Barak, Pemkab Sanggau juga mempersiapkan peningkatan konektivitas jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD).
Dalam anggaran perubahan 2026, ruas jalan dari SP 1 menuju Desa Trimulya direncanakan mendapat penanganan dengan nilai anggaran lebih dari Rp20 miliar. Pekerjaan tersebut diperkirakan mulai dilaksanakan pada Oktober-November 2026.
Susana menjelaskan, ruas yang akan ditangani mencakup jalur dari SP 1 menuju Desa Sungai Mawang hingga Desa Trimulya.
“Di perubahan tahun 2026 ada jalan IJD yang anggarannya sekitar Rp20 miliar lebih. Ini akan menyambung dari SP 1 menuju Desa Trimulya, dari Desa Sungai Mawang ke Trimulya,” katanya.
Pembangunan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antara Kecamatan Mukok dan Kecamatan Jangkang. Dengan konektivitas yang semakin baik, aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas dan kegiatan ekonomi, diharapkan ikut terbantu.
Susana mengatakan sejumlah jembatan lainnya juga masuk dalam daftar prioritas pembangunan Pemkab Sanggau pada 2027. Namun, realisasi pembangunan tetap akan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Ia juga meminta masyarakat mendukung proses pembangunan yang sedang berjalan, terutama dengan memahami adanya pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.
“Kalau bukan kita, siapa lagi. Jalan ini dibangun untuk masyarakat, terutama masyarakat Jangkang dan Mukok yang menggunakan jalan,” ucapnya.
Susana mengimbau pengguna jalan agar bersabar selama proses pengerjaan, termasuk ketika terjadi antrean di sekitar lokasi proyek.
“Mohon supaya kita juga perlu bersabar, terutama untuk antre, supaya hasilnya bisa maksimal,” pungkasnya. (Lai)













