KUPAS MENDALAM: BBM Subsidi Diduga Mengalir ke PETI di Sekitar Batang Tarang, SPBU 63.785.001 Disorot

SANGGAU, — Dugaan penyelewengan BBM bersubsidi di wilayah Batang Tarang, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, memasuki persoalan yang lebih serius.

‎Bukan sekadar dugaan antrean kendaraan atau pembelian berulang. Informasi yang dihimpun meidia ini mengarah pada dugaan bahwa solar subsidi yang diperoleh melalui jaringan pelansir diduga kembali disalurkan untuk kebutuhan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sekitar Batang Tarang.

‎Sorotan mengarah ke SPBU 63.785.001 Batang Tarang, yang diduga menjadi salah satu titik pengisian solar subsidi dalam jumlah besar.

‎Informasi masyarakat menyebutkan adanya dugaan penjualan solar subsidi kepada jaringan tertentu dengan harga sekitar Rp13.500 per liter. BBM tersebut kemudian diduga tidak berhenti pada konsumen akhir, melainkan berputar melalui jaringan pelansir.

‎Dari SPBU, Masuk ke Jaringan Pelansir

‎Pemantauan tim menemukan aktivitas sejumlah kendaraan yang diduga menggunakan tangki modifikasi dan tangki berkapasitas tidak standar untuk melakukan pengisian BBM.

‎Sejumlah dump truck bahkan disebut telah dimodifikasi dengan tangki tambahan di sisi kiri dan kanan kendaraan.


‎Untuk apa solar subsidi dalam jumlah besar tersebut?

‎Jika hanya untuk kebutuhan kendaraan sebagaimana peruntukan normal, kapasitas tangki dan pola pengisian berulang tersebut tentu patut dipertanyakan.

‎Informasi yang sedang ditelusuri menunjukkan adanya dugaan bahwa sebagian solar tersebut kemudian dilansir kembali menuju lokasi-lokasi PETI di sekitar Batang Tarang.

‎Dugaan ini perlu dibuktikan. Namun jika benar, maka terdapat rantai distribusi yang patut dibongkar:


‎PETI dan Kebutuhan Solar

‎Aktivitas PETI membutuhkan pasokan bahan bakar untuk mengoperasikan mesin, pompa, kendaraan angkut, maupun peralatan lainnya.

‎Karena itu, keberadaan jaringan pemasok BBM menjadi bagian penting dalam keberlangsungan aktivitas pertambangan ilegal.

‎Di sinilah dugaan penyalahgunaan solar subsidi menjadi persoalan serius.

‎Subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat yang berhak justru diduga masuk ke aktivitas ekonomi ilegal apabila benar digunakan untuk menunjang kegiatan PETI.

‎Negara memberikan subsidi, tetapi keuntungan diduga dinikmati jaringan pelansir dan aktivitas PETI.

‎Jangan Hanya Tangkap Penambangnya

‎Persoalan PETI selama ini kerap dilihat dari sisi pekerja atau pemilik lokasi tambang.
‎Namun jika dugaan pasokan solar menjadi salah satu penopang aktivitas PETI, maka rantai pasokan juga harus disentuh.

‎Menindak pekerja di lokasi tambang tanpa membongkar sumber BBM, pemasok, pengangkut, dan pihak yang mengambil keuntungan berpotensi tidak menyelesaikan persoalan sampai ke akarnya.

‎Karena itu, dugaan penyaluran solar subsidi ke lokasi PETI di sekitar Batang Tarang layak menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, pemerintah daerah, serta instansi terkait.

‎Pertanyaan Besarnya: Siapa yang Mengawasi?

‎Apabila aktivitas pengisian menggunakan kendaraan bertangki modifikasi memang berlangsung berulang, masyarakat berhak mempertanyakan efektivitas sistem pengawasan.

‎Apakah data transaksi BBM subsidi di SPBU 63.785.001 pernah diaudit secara menyeluruh?

‎Apakah terdapat kendaraan yang melakukan pengisian berulang dalam satu hari?

‎Apakah volume penjualan solar subsidi sesuai dengan jumlah konsumen yang berhak?

‎Dan yang paling penting:

‎Apakah ada korelasi antara kendaraan pengangkut solar tersebut dengan lokasi-lokasi PETI di sekitar Batang Tarang?

‎Pertanyaan-pertanyaan itu hanya dapat dijawab melalui pemeriksaan data transaksi, rekaman CCTV, identitas kendaraan, pola pengisian, serta penelusuran distribusi BBM setelah keluar dari SPBU.


‎Jika dugaan ini terbukti, maka persoalannya bukan lagi sekadar solar subsidi disalahgunakan, melainkan muncul dugaan bahwa subsidi negara ikut menopang aktivitas pertambangan emas tanpa izin.

‎Dan jika itu benar terjadi, pertanyaan berikutnya sederhana: siapa yang mengambil keuntungan, dan mengapa praktik tersebut bisa terus berlangsung?
‎(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 1000x300