SANGGAU – Sekawanbaru.com – Penataan drainase di kawasan perkotaan Sanggau masih terkendala keterbatasan anggaran. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sanggau memperkirakan kebutuhan anggaran untuk penataan drainase di sejumlah titik, terutama kawasan Pasar Sentral dan Taman Arong Belopa, mencapai sekitar Rp5 miliar.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sanggau, Aris Sudarsono, mengatakan pihaknya sebenarnya telah memiliki Detail Engineering Design (DED) atau perencanaan teknis untuk penataan drainase secara menyeluruh.
Perencanaan tersebut mencakup Jalan Gajah Mada, Jalan Agus Salim, dan Jalan Ampera, dengan konsep pembangunan saluran induk yang terhubung hingga ke Sungai Kapuas.
“Sebenarnya itu kan kita ada DED-nya. Kita sudah ada perencanaan menyeluruh. Mulai dari Jalan Gajah Mada, Jalan Agus Salim, Jalan Ampera, memang perencanaan besarnya kita akan membuat saluran induk yang tembus ke Sungai Kapuas,” kata Aris, Sabtu (27/6/2026).
Namun, kebutuhan anggaran yang besar belum sebanding dengan alokasi yang tersedia. Aris menyebut, pada 2025 lalu, Dinas PUPR hanya memperoleh anggaran sekitar Rp600 juta untuk menangani persoalan drainase di kawasan tersebut.
Dengan anggaran terbatas itu, pihaknya memprioritaskan pekerjaan drainase skala kecil di Jalan Agus Salim, kawasan Pasar Sentral, dan Jalan Gajah Mada.
“Jadi kita hanya memaksimalkan anggaran itu. Kita kerjakan drainase yang kecil di Jalan Agus Salim, Pasar Sentral, dan Jalan Gajah Mada. Yang penting bisa mengatasi sementara laporan dan keluhan masyarakat,” ujarnya.
Aris menjelaskan, anggaran Rp600 juta tersebut dibagi untuk tiga titik pekerjaan, masing-masing sekitar Rp200 juta. Karena keterbatasan dana, pembangunan drainase permanen belum dapat diselesaikan secara menyeluruh.
Saluran Depan Toko Masih Terbuka
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kondisi saluran drainase di depan sejumlah pertokoan yang masih terbuka. Menurut Aris, masyarakat menginginkan saluran tersebut ditata hingga dapat ditutup agar lebih aman dan tidak mengganggu aktivitas di kawasan perdagangan.
Untuk menuntaskan pekerjaan yang tersisa, Dinas PUPR terus mengusulkan tambahan anggaran kepada Bupati Sanggau dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
“Tentunya kita terus membuat usulan ke Bupati dan TAPD untuk menuntaskan itu. Tahun ini saja kalau bisa kita mengusulkan paling tidak supaya untuk menuntaskan yang ada ini Rp600 juta. Masing-masing Rp200 juta, supaya saluran di depan-depan toko itu bisa ditutup. Ini kan masih saluran terbuka,” ucapnya.
Menunggu Penyelesaian Bertahap
Penataan drainase perkotaan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan saluran, tetapi juga membutuhkan sistem pembuangan air yang terintegrasi agar aliran air dapat menuju saluran utama hingga ke Sungai Kapuas.
Dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp5 miliar dan alokasi yang sebelumnya hanya Rp600 juta, penyelesaian penataan drainase masih membutuhkan dukungan anggaran secara bertahap.
Pemerintah daerah diharapkan dapat menentukan prioritas penanganan berdasarkan kondisi lapangan dan keluhan masyarakat, sembari mengupayakan penyelesaian sistem drainase secara menyeluruh sesuai perencanaan teknis yang telah disusun. ( Man/*)














