Example 1000x300

Waspada Banjir dan Longsor, Wabup Sanggau Ikuti Rakor Kesiapsiagaan Kalbar

SANGGAU – Sekawanbaru.com – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Kalimantan Barat Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Basah Tahun 2026/2027 di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (6/10/2026).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., untuk memperkuat kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana akibat peningkatan curah hujan.

Setelah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berkurang, Kalimantan Barat kini memasuki masa peralihan musim yang perlu diwaspadai. Curah hujan diperkirakan meningkat dan mencapai puncaknya pada Desember 2026.

Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor atau yang dikenal dengan istilah Batingsor.

Kesiapsiagaan menghadapi bencana, karena itu, tidak cukup hanya mengandalkan penanganan ketika bencana terjadi. Langkah antisipasi dan pencegahan sejak dini perlu diperkuat untuk menekan risiko serta meminimalkan dampak yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat.

Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah daerah diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan kesiapan menghadapi potensi bencana, serta memastikan langkah mitigasi berjalan secara terencana.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi penting, termasuk bagi Kabupaten Sanggau, agar pemerintah dan masyarakat dapat mengantisipasi kemungkinan bencana selama musim hujan.

Disela kegiatan Susana Herpena mengatakan pentingnya kesiapsiagaan dan langkah antisipasi sejak dini, terutama menghadapi peralihan musim dari kondisi rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menuju musim hujan.

“Perubahan musim ini harus kita sikapi dengan meningkatkan kewaspadaan. Kita tidak boleh hanya bergerak ketika bencana sudah terjadi, tetapi harus melakukan langkah antisipasi dan pencegahan sejak dini,” demikian pernyataan wakil Bupati Sanggau pada Sejumlah pekerja Media.

Koordinasi yang kuat, kewaspadaan masyarakat, serta langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini diharapkan mampu meningkatkan ketangguhan daerah dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi pada periode 2026/2027. ( IAI/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 1000x300