SANGGAU – Sekawanbaru.com – Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, resmi membuka Festival Rakyat UMKM di Taman Arong’k Belopa, Kabupaten Sanggau, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang melibatkan lebih dari 50 pelaku usaha serta puluhan instansi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari UMKM Nasional ke-10.
Festival ini menjadi ajang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas peluang pemasaran. Namun, di balik kemeriahan kegiatan tersebut, tantangan besar masih menanti, mulai dari peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, hingga kemampuan pelaku usaha menghadapi persaingan di era digital.
Dalam sambutannya, Yohanes Ontot menegaskan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah. Menurutnya, sektor ini bukan sekadar aktivitas perdagangan, melainkan juga sumber lapangan kerja dan penopang pendapatan keluarga.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku UMKM yang telah menjadi penggerak ekonomi daerah. Mari terus berinovasi, meningkatkan kualitas dan memperkuat daya saing UMKM untuk Sanggau yang semakin sejahtera,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sanggau ingin menjadikan UMKM sebagai salah satu kekuatan utama pembangunan daerah. Karena itu, masyarakat juga diajak untuk memberikan dukungan nyata dengan membeli, menggunakan, dan mempromosikan produk lokal.
“Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai, menggunakan, mempromosikan produk lokal Sanggau. Mari membangun kebanggaan terhadap produk lokal Sanggau,” katanya.
## Digitalisasi hingga Pembiayaan Jadi Tantangan
Yohanes menyampaikan bahwa Pemkab Sanggau berkomitmen memperkuat ekosistem UMKM melalui berbagai upaya, di antaranya peningkatan kualitas produk, kemudahan akses pemasaran, digitalisasi usaha, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan akses pembiayaan.
Langkah-langkah tersebut menjadi penting agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. Sebab, penyelenggaraan festival dan promosi produk perlu diikuti dukungan berkelanjutan agar memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi para pelaku usaha.
Menurut Yohanes, pelaku UMKM juga dituntut jeli membaca peluang dan memiliki strategi usaha yang mampu menyesuaikan diri dengan dinamika pasar.
“Peran UMKM kita ini luar biasa, membantu perekonomian masyarakat kita, dan juga menjaga stabilitas inflasi daerah,” ungkapnya.
Festival Rakyat UMKM diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini perlu menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen, memperluas jaringan pemasaran, serta mendorong produk unggulan Sanggau agar semakin dikenal.
Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, UMKM di Kabupaten Sanggau diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. ( Yai/*)














