Example 1000x300

Lantik 12 Pejabat Eselon II, Bupati Sanggau Tekankan Kinerja dan Efisiensi Anggaran

SANGGAU – Sekawanbaru.com – Bupati Sanggau Yohanes Ontot melantik 12 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau, Rabu (14/10/2026). Pelantikan ini menjadi momentum bagi para pejabat yang baru dilantik untuk membuktikan kinerja, mempercepat pelaksanaan program prioritas, serta memastikan visi dan misi kepala daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dari 12 pejabat tersebut, sembilan di antaranya merupakan kepala dinas atau badan, sedangkan dua lainnya menjabat sebagai asisten dan satu orang sebagai staf ahli di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sanggau.

Yohanes Ontot menegaskan, para pejabat yang baru dilantik tidak boleh sekadar menempati jabatan baru. Mereka dituntut segera melakukan penataan organisasi, memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, serta menerjemahkan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati ke dalam program kerja yang terukur.

Menurutnya, pemahaman terhadap arah kebijakan kepala daerah menjadi hal mendasar agar pelaksanaan program di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.

“Mereka harus memahami betul visi misi kepala daerah, agar ketika mereka melangkah dapat sesuai dengan koridor tugas yang menjadi tanggung jawab mereka. Artinya, visi yang menjadi tanggung jawabnya harus dia breakdown secara detail,” ujar Yohanes Ontot.

Efisiensi Anggaran, Program Harus Tepat Sasaran

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Bupati mengingatkan bahwa setiap OPD harus lebih cermat dalam menyusun kegiatan. Program kerja tidak boleh hanya berorientasi pada banyaknya kegiatan, tetapi harus didasarkan pada skala prioritas dan kebutuhan nyata masyarakat.

Penegasan ini menempatkan para pejabat baru pada tuntutan untuk memastikan setiap program memiliki arah yang jelas, relevan dengan persoalan daerah, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Sanggau.

“Jadi bukan sekadar memperbanyak kegiatan, tapi visi misi kepala daerah ini diterjemahkan secara komprehensif, dan lihat skala prioritasnya,” tegasnya.

Dengan demikian, keberhasilan pejabat tidak cukup diukur dari terserapnya anggaran atau banyaknya kegiatan yang terlaksana. Program yang dijalankan juga harus selaras dengan target pembangunan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Jabatan Kosong Tak Boleh Hambat Pelayanan

Selain menuntut percepatan kerja, Yohanes Ontot juga menyoroti jabatan yang ditinggalkan oleh para pejabat akibat pergeseran posisi. Pemerintah Kabupaten Sanggau, katanya, akan segera melakukan pengisian terhadap jabatan-jabatan yang kosong agar tidak terjadi kekosongan kendali dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

Ia membuka kemungkinan penunjukan pelaksana tugas (Plt) apabila pejabat definitif belum tersedia. Menurutnya, keberlangsungan tugas organisasi harus tetap terjaga meskipun proses pengisian jabatan belum sepenuhnya tuntas.

“Kita akan segera mengisi jabatan yang kosong. Stagnasi antara pejabat yang dipindah dengan jabatan yang kosong ini tidak boleh. Harus segera kita isi, kalaupun dia bukan pejabat definitif, tapi harus diberikan sebuah kepercayaan kepada seseorang yang bisa mengendalikan tugas itu,” pungkasnya.

Penegasan tersebut menunjukkan bahwa rotasi dan pengisian jabatan harus diikuti dengan kesinambungan kerja di setiap OPD. Tantangan berikutnya adalah memastikan para pejabat yang baru dilantik mampu menerjemahkan arahan kepala daerah menjadi kinerja konkret, penggunaan anggaran yang efektif, dan pelayanan publik yang semakin baik.

Masyarakat kini menunggu pembuktian bahwa perubahan susunan pejabat di lingkungan Pemkab Sanggau tidak berhenti pada pelantikan, tetapi berlanjut pada percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan. ( Yai/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 1000x300