Advetorial : Sanggau di Ambang Krisis Lingkungan, Saatnya Bertindak Nyata Lawan PETI

SANGGAU – Advetorial – Sekawanbaru.com – Kabupaten Sanggau kini berada di ambang krisis lingkungan yang serius. Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) semakin merajalela, baik di aliran sungai maupun di kawasan darat. Ratusan titik tambang liar muncul tanpa kendali, meninggalkan jejak kerusakan ekosistem, pencemaran air, dan hilangnya sumber penghidupan masyarakat.

Fakta di lapangan tak bisa lagi disangkal. Sungai-sungai yang dahulu menjadi nadi kehidupan warga kini berubah menjadi kubangan berlumpur. Air keruh, ikan mati, dan deru mesin dompeng menjadi pemandangan sehari-hari. Di daratan, hutan gundul dan tanah yang menganga menjadi saksi bahwa tambang ilegal telah menggigit tubuh Bumi Daranante tanpa belas kasihan.

Kita tidak bisa terus berpura-pura tidak tahu. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, terutama Polres Sanggau, jangan menutup mata. Pembiaran hanya akan memperparah kerusakan dan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Penindakan tegas terhadap pelaku PETI harus menjadi prioritas — bukan sekadar operasi sesaat yang berhenti di tengah jalan.

Namun penegakan hukum saja tidak cukup. Pemerintah juga harus berani menata ulang kebijakan ekonomi daerah. Banyak masyarakat terlibat dalam PETI bukan karena pilihan, melainkan karena desakan kebutuhan hidup. Maka, solusi alternatif — seperti pembinaan penambang rakyat, pemberdayaan ekonomi desa, serta penciptaan lapangan kerja hijau — harus segera dirancang dan dijalankan secara berkelanjutan.

Sanggau tidak boleh terus dikepung oleh PETI. Alam yang rusak tidak akan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Sudah saatnya pemerintah dan aparat bersinergi, turun tangan secara nyata, bukan hanya lewat rapat dan imbauan.

Jika tidak, sejarah akan mencatat bahwa di masa kita, Sanggau pernah kehilangan sungainya — bukan karena bencana alam, tetapi karena pembiaran. ( Advetorial – Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *