PONTIANAK, Sekawanbaru.com – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Barat melakukan rangkaian audiensi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dimulai dengan pertemuan bersama Gubernur Kalbar Drs H Ria Norsan, SH, MM, disusul audiensi dengan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan. Dua pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan perusahaan media siber di daerah.
Audiensi pertama berlangsung di ruang kerja Gubernur Kalbar dan dipimpin oleh Ketua SMSI Kalbar Muhammad Khusyairi, didampingi Penasehat R Rosyid Rido Ibnu Syahrie, Sekretaris Ahmad Madani, serta pengurus R Oesnan dan Deni Ramdani. Pertemuan berlangsung dialogis dan hangat.
Dalam pemaparannya, Khusyairi—atau yang akrab disapa Sery Tayan—menjelaskan perkembangan organisasi serta agenda besar yang sedang disiapkan SMSI Kalbar. Di antaranya rencana Musyawarah Provinsi (Musprov) I dan seminar nasional mengenai pengusulan RM Margono Djojohadikoesoemo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), sebagai pahlawan nasional.
“Kami ingin Musprov I tidak hanya menjadi forum internal organisasi, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan strategis yang bermanfaat bagi Kalbar dan Indonesia,” ujar Sery.
Gubernur Ria Norsan mengapresiasi langkah SMSI Kalbar dalam mengembangkan ekosistem pers yang berkualitas. Ia menekankan pentingnya peran media dalam memperkuat harmoni sosial di tengah derasnya arus informasi.
“Media harus menjadi pilar pemersatu, bukan pemecah. Pers yang sehat akan melahirkan ruang publik yang sehat,” tegasnya.
Ia berharap SMSI Kalbar terus menjaga integritas, profesionalisme, serta ketelitian dalam memverifikasi informasi, agar kepercayaan publik tetap terjaga. Gubernur menutup audiensi dengan menyatakan dukungannya terhadap seluruh program SMSI Kalbar, terutama dalam penyebaran informasi pembangunan yang akurat dan konstruktif.
Usai bertemu Gubernur, pengurus SMSI Kalbar melanjutkan audiensi dengan Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan. Dalam pertemuan tersebut, Krisantus memberikan penegasan kuat mengenai pentingnya keberanian dan independensi perusahaan pers.

Ia menyebut media memiliki peran fundamental dalam menjaga iklim demokrasi dan memastikan ruang publik tetap sehat.
“Perusahaan pers jangan pernah takut selama menyuarakan kebenaran. Selama berpegang pada kode etik, tidak ada alasan untuk gentar,” tegasnya.
Krisantus menambahkan bahwa tantangan media semakin kompleks di era digital, terutama karena cepatnya penyebaran informasi yang juga membuka celah misinformasi. Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan mitra media yang profesional, terverifikasi, dan berkomitmen pada kebenaran.
Ia turut mengapresiasi langkah pembenahan internal yang dilakukan SMSI Kalbar, mulai dari peningkatan kompetensi hingga penegakan legalitas perusahaan media anggota.
“Pemprov siap berkolaborasi dalam mewujudkan ekosistem informasi yang sehat di Kalbar,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua SMSI Kalbar Sery Tayan menegaskan bahwa SMSI ingin hadir sebagai lokomotif peningkatan kualitas media siber di daerah.
Rangkaian audiensi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar ini menandai komitmen bersama untuk memperkuat peran media siber dalam membangun ruang publik yang informatif, akurat, dan bertanggung jawab. SMSI Kalbar menegaskan kesiapannya berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sekaligus terus berkontribusi pada isu-isu strategis nasional melalui media yang profesional dan berintegritas. (*/Lai)












