SANGGAU – Sekawanbaru.com – Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrikus Hengki, mengungkapkan bahwa pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, Kabupaten Sanggau diperkirakan akan mengalami defisit anggaran cukup besar. Kondisi tersebut terjadi akibat pemotongan Tambahan Kebutuhan Daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat.
“Untuk pemotongan TKD itu kan Rp288 miliar, ditambah defisit murni Rp200-an miliar. Jadi, total defisit kita untuk tahun 2026 itu kurang lebih Rp488 miliar,” ungkap Hengki, Senin (20/10/2025).
Hengki menegaskan, dengan kondisi tersebut seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau diminta melakukan penghematan besar-besaran dan hanya berbelanja berdasarkan skala prioritas.
“Misalnya kami di DPRD saat rapat-rapat dengan mitra nanti tidak ada lagi menyiapkan makanan, cukup air putih. Bimtek yang menjadi agenda wajib DPRD juga kita hapus, dan untuk perjalanan dinas pun dikurangi. Ke provinsi cukup dua kali setahun, sementara ke luar provinsi hanya satu kali setahun,” jelasnya.
Ia juga berharap agar setiap dinas mulai lebih selektif menggunakan anggaran dan benar-benar memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Gunakan uang rakyat yang dititipkan ke kita itu dengan bijak, dan harus ada dampaknya bagi Kabupaten Sanggau,” pungkas Hengki ( Lai)










