SANGGAU, Sekawanbaru.com – Pemerintah Kabupaten Sanggau melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Percepatan Desa Open Defecation Free (ODF) atau desa bebas buang air besar sembarangan (BABS), bertempat di [lokasi kegiatan]. Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Sanggau, Yohanes Ontot, dan dihadiri oleh lintas perangkat daerah, camat, kepala puskesmas, serta perwakilan desa dari seluruh wilayah Kabupaten Sanggau.
Dalam arahannya, Bupati Yohanes Ontot menegaskan bahwa sanitasi merupakan kebutuhan dasar dan menjadi fondasi utama dalam upaya membangun masyarakat yang sehat dan produktif. Hingga saat ini, baru 18 dari 169 desa di Kabupaten Sanggau yang telah dinyatakan ODF.
“Sanitasi adalah kunci untuk menurunkan stunting, meningkatkan kualitas kesehatan, dan menciptakan lingkungan hidup yang layak. Karena itu, percepatan desa ODF harus menjadi agenda prioritas semua pihak,” tegas Bupati Yohanes Ontot.
Rapat koordinasi ini menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Ginting, S.Si., Apt., M.K.M., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa strategi percepatan ODF tidak bisa dilakukan oleh sektor kesehatan saja, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk Dinas PUPR, Dinas PMD, Bappeda, Dinas Sosial & KB, Dinas Lingkungan Hidup, serta peran aktif camat dan kepala desa.
Pemerintah Kabupaten Sanggau menargetkan seluruh desa mencapai status ODF secara bertahap hingga tahun 2027, sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Kami berharap sinergi ini akan mendorong perubahan perilaku dan percepatan pembangunan sanitasi layak di seluruh desa,” ujar Ginting.
Puncaknya Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut ambil bagian dalam Gerakan Sanggau Bebas BABS. Karena sanitasi bukan hanya urusan infrastruktur, tetapi menyangkut harga diri, kesehatan, dan masa depan generasi. ( Red)_












