SANGGAU- Sekawanbaru.com – Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sanggau, Syafriansah, mengungkapkan capaian vaksinasi rabies terhadap hewan penular masih sangat rendah. Hingga pertengahan 2025, pihaknya baru memvaksin sekitar 2.600 ekor hewan dari total populasi 53.488 ekor di Kabupaten Sanggau.
“Artinya, angka cakupan vaksinasi belum mencapai 10 persen. Padahal secara teknis, minimal 70 persen populasi hewan penular rabies harus divaksin untuk bisa mengendalikan wabah ini,” kata Syafriansah.
Ia menyebut ketiadaan stok vaksin hewan menjadi penghambat utama. Menurut data Disbunnak, permintaan vaksin dari masyarakat terus meningkat, dengan 22 desa telah mengajukan permintaan vaksin untuk 12.300 ekor hewan hingga akhir Juni lalu.
“Permintaan ini belum bisa kami penuhi karena vaksin sudah habis,” ujarnya.
“Padahal, vaksinasi hewan adalah langkah paling efektif untuk mencegah penularan rabies.”
Pemerintah daerah kini didesak untuk mempercepat pengadaan vaksin hewan dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar segera membawa korban gigitan ke fasilitas kesehatan terdekat. (Red)












