DPRD Sanggau Desak Penindakan Tegas terhadap PETI di Sungai Kapuas dan Sekayam

foto// Ketua Komisi III DPRD Sanggau, Yeremias Marselinus.//

SANGGAU – Sekawanbaru.com – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sanggau, Yeremias Marselinus, menyuarakan keprihatinannya terhadap maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sungai Kapuas dan Sungai Sekayam. Ia mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas demi menyelamatkan lingkungan dan sumber kehidupan masyarakat.

“Saya berharap supaya pemerintah bersama aparat penegak hukum ada ketegasan. Supaya tidak ada lagi yang menambang di sungai. Ingat, menambang di sungai,” tegas Yeremias dalam pernyataannya, Rabu (2/7/2025).

Yeremias menilai, aktivitas PETI yang masih marak hingga kini sangat meresahkan karena telah menyebabkan kerusakan lingkungan, khususnya pada ekosistem sungai yang menjadi sumber air bersih dan penghidupan bagi masyarakat lokal.

Minta Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Tak hanya merusak lingkungan, PETI juga dinilai menciptakan ketimpangan dalam penegakan hukum. Yeremias menegaskan, aparat harus bertindak adil dan tegas, tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terlibat.

“Kalau perlu, tangkap mereka itu, karena mereka lah yang merusak lingkungan. Jangan tebang pilih. Kalau yang kecil ditindak, yang besar jangan dibiarkan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung adanya indikasi keterlibatan pihak-pihak tertentu yang diduga memberikan perlindungan terhadap pelaku PETI, dan mengingatkan agar aparat tidak ragu untuk menindak tanpa terpengaruh kepentingan apa pun.

“Kita harus konsisten, jangan takut dengan siapa pun yang melindungi pelaku. Kalau lingkungan rusak, kita semua yang akan menanggung akibatnya,” ujar Yeremias.

Lindungi Masa Depan Generasi Mendatang

Yeremias menutup pernyataannya dengan harapan agar penindakan terhadap PETI tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga diiringi dengan upaya pencegahan, edukasi, dan solusi jangka panjang. Menurutnya, melindungi lingkungan adalah investasi untuk keberlanjutan generasi mendatang.

“Jangan tunggu sampai kerusakan tak bisa diperbaiki. Sungai adalah nadi kehidupan kita, dan itu harus dijaga bersama,” pungkasnya. ( Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *